SANDARKANLAH HIDUP DAN HARAPANMU PADA TUHAN YESUS: Pesan Uskup Larantuka Ketika Merayakan Ekaristi Bersama Warga Binaan di Rutan Larantuka

Berita, Majalah, News99 Dilihat

LARANTUKA – Sukacita dan harapan memenuhi ruang doa Rumah Tahanan Negara Larantuka pada Minggu, 22 Februari 2026. Di tengah suasana yang sederhana dan cuaca yang diguyur hujan sejak malam hari, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Keuskupan Larantuka, hadir secara langsung dan memimpin Perayaan Ekaristi bersama para warga binaan. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda pastoral awal beliau setelah ditahbiskan sebagai gembala Keuskupan Larantuka.

Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro hadir dan merayakan ekaristi bersama warga binaan Rutan Larantuka, 22/02/2026

Sebelumnya, Bapa Uskup memulai kunjungan perdananya dengan menyambangi para penyintas erupsi Gunung Lewotobi di hunian sementara Konga. Kehadiran beliau di Rutan Larantuka seminggu kemudian menegaskan komitmennya untuk menjangkau umat di berbagai situasi kehidupan, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik tembok penjara.

Meskipun hujan turun tanpa henti sejak dini hari, hal itu tidak menyurutkan semangat Bapa Uskup untuk hadir di tengah warga binaan. Dengan wajah penuh sukacita, beliau menyapa umat di awal perayaan. “Saya senang sekali berada di antara saudara-saudariku semua, warga binaan Rutan Larantuka,” ungkapnya dengan nada hangat. Sapaan itu disambut tepuk tangan dan senyum haru dari para peserta yang memenuhi ruangan.

Dalam pengantarnya, Bapa Uskup mengaitkan perayaan tersebut dengan momentum Minggu pertama masa Pra-Paskah. Ia menegaskan bahwa masa ini merupakan waktu refleksi dan pertobatan bagi seluruh umat Katolik. “Di saat kita hendak memulai masa pertobatan untuk merenungkan sengsara dan penderitaan Tuhan Yesus, saya ingin hadir dan berbagi sukacita bersama kita semua di dalam komunitas ini,” tuturnya.

Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan meriah. Warga binaan mengambil bagian aktif sebagai petugas liturgi, mulai dari koor, lektor, hingga pemazmur. Dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan, mereka mempersembahkan pujian yang menyentuh hati. Bapa Uskup secara khusus memberikan apresiasi atas persiapan liturgi yang baik dan penuh semangat tersebut. “Kalian telah menyiapkan perayaan yang indah dan khidmat. Talenta yang kalian miliki adalah anugerah Tuhan yang harus terus dikembangkan,” katanya dalam homili.

Mengangkat bacaan Injil tentang pencobaan Yesus di padang gurun, Bapa Uskup mengajak warga binaan untuk meneladani keteguhan Kristus dalam menghadapi godaan. Ia menekankan bahwa setiap orang pernah mengalami kelemahan dan pencobaan, namun Tuhan selalu memberikan kekuatan untuk bangkit dan memulai hidup yang baru. “Sandarkanlah hidup dan harapanmu pada Tuhan Yesus. Dialah sumber kekuatan yang tidak pernah meninggalkan kita,” pesannya penuh keyakinan.

Seluruh warga binaan yang beragama Katolik maupun Kristen Protestan turut hadir dan mengikuti perayaan dengan penuh perhatian. Kebersamaan lintas denominasi itu menjadi tanda persaudaraan yang hangat di lingkungan Rutan Larantuka.

Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro hadir dan merayakan ekaristi bersama warga binaan Rutan Larantuka, 22/02/2026

Turut hadir dalam perayaan tersebut Kepala Rutan Larantuka, Bapak Andri Setiawan, Pastor Paroki Santa Maria Pembantu Abadi Weri RD Fransiskus Xaverius W. Hurint, Ketua dan Pengurus Harian Dewan Pastoral Paroki, serta beberapa umat dari lingkungan sekitar. Kehadiran mereka semakin mempererat jalinan kerja sama antara Gereja dan pihak Rutan dalam mendampingi warga binaan secara rohani.

Dalam sambutannya di akhir perayaan, Kepala Rutan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapa Uskup dan Pastor Paroki yang telah meluangkan waktu untuk mengunjungi warga binaan. Ia berharap kunjungan pastoral seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi para penghuni Rutan.

Usai Perayaan Ekaristi, Bapa Uskup menyempatkan diri berjabat tangan dan berfoto bersama warga binaan. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak jelas dalam perjumpaan tersebut. Bahkan di akhir kunjungan, Bapa Uskup mengundang warga binaan untuk suatu saat dapat membawakan koor dan mengambil bagian dalam liturgi di Gereja Katedral atau Paroki Weri. Ajakan itu disambut antusias oleh Kepala Rutan dan para warga binaan yang merasa dihargai dan dipercaya.

Kunjungan pastoral ini menjadi momen penuh makna bagi warga binaan Rutan Larantuka. Di balik tembok pembatas, mereka merasakan kehadiran Gereja yang membawa harapan dan semangat baru. Walau berlangsung singkat, perjumpaan tersebut menjadi oase rohani yang meneguhkan bahwa kasih Tuhan tidak pernah membedakan dan selalu membuka pintu pertobatan bagi siapa pun. (Fr. Alfons Boruk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *