RETAK KECIL, HARAPAN BESAR: Semangat Kebersamaan di Balik Tahbisan Uskup Larantuka

Berita, Majalah, News232 Dilihat

LARANTUKA – Rapat Evaluasi Panitia Tahbisan Episkopal Uskup Larantuka berlangsung di Rusun Unio pada Sabtu (28/02/2026) dalam suasana persaudaraan dan syukur. Pertemuan ini dipimpin oleh Ketua Panitia, RD. Adeodatus Hendrikus Leni (Romo Hendrik), yang membuka evaluasi dengan refleksi mendalam terinspirasi dari moto episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro: “Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Pengharapan.”

Rapat Evaluasi Panitia Tahbisan Episkopal Uskup Larantuka berlangsung di Rusun Unio pada Sabtu (28/02/2026)

Dalam refleksinya, Romo Hendrik mengatakan bahwa pertemuan ini bukan sekadar forum untuk menghitung angka atau meninjau aspek teknis, melainkan momentum untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sejak masa persiapan hingga puncak perayaan tahbisan. Tema besar tersebut, menurutnya, sungguh menjadi roh penggerak seluruh kerja panitia selama berbulan-bulan.

Ia menguraikan makna moto itu dalam pengalaman konkret pelayanan. “Satu Tubuh” tampak dalam keberagaman latar belakang anggota panitia. Ada yang bertugas di dapur umum, protokol, liturgi, keamanan, perlengkapan, konsumsi, hingga dokumentasi. Setiap orang memiliki peran berbeda, namun semuanya saling melengkapi. Seperti anggota tubuh, tidak ada bagian yang lebih penting dari yang lain. Bila satu bagian mengalami kendala, seluruh tubuh merasakannya; bila satu bagian berfungsi baik, seluruh tubuh menjadi kuat dan indah.

“Satu Roh” nyata dalam dinamika kerja bersama. Di tengah kelelahan fisik, tekanan waktu, serta perbedaan pendapat yang tak terelakkan, Roh Kuduslah yang mempersatukan dan menuntun panitia dalam kesabaran serta kebijaksanaan. Perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan ruang pertumbuhan dalam kasih persaudaraan dan pendewasaan bersama.

Adapun “Satu Pengharapan” menjadi tujuan bersama: memberikan persembahan terbaik bagi Gereja serta mendukung awal penggembalaan Bapa Uskup yang baru di Keuskupan Larantuka. Pengharapan akan masa depan Gereja lokal yang semakin bertumbuh dalam iman dan pelayanan menjadi kekuatan yang menjaga semangat panitia hingga hari puncak perayaan.

Romo Hendrik juga mengakui bahwa sebagai manusia, tentu ada “retak-retak kecil” dalam pelayanan. Karena itu, evaluasi dipandang sebagai upaya merawat tubuh bersama agar semakin sehat dan siap menghadapi pelayanan berikutnya. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan catatan, kendala, serta saran dengan keterbukaan hati. “Kita mengevaluasi sistemnya, namun tetap menghargai pribadinya,” tegasnya, menekankan bahwa kritik adalah bentuk kasih demi pelayanan yang semakin memuliakan Tuhan.

Rapat Evaluasi Panitia Tahbisan Episkopal Uskup Larantuka berlangsung di Rusun Unio pada Sabtu (28/02/2026)

Setelah refleksi pembuka, setiap seksi menyampaikan rangkuman evaluasi internal yang telah disiapkan sebelumnya. Proses evaluasi berlangsung tertib dan lancar. Berbagai aspek dibahas, mulai dari koordinasi lintas seksi, manajemen waktu, pengelolaan tamu undangan, konsumsi, keamanan, hingga pengaturan liturgi. Secara umum, seluruh rangkaian tahbisan dinilai berjalan baik dan penuh partisipasi umat.

Dari sisi anggaran, panitia menyampaikan bahwa kebutuhan dana untuk keseluruhan perayaan mencapai lebih dari satu setengah miliar rupiah. Angka tersebut mencerminkan skala perayaan yang besar dan keterlibatan banyak pihak, baik dari dalam maupun luar keuskupan. Dukungan umat, donatur, serta berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kekuatan utama terselenggaranya perayaan akbar tersebut.

Sejumlah pejabat daerah yang hadir dalam rapat evaluasi turut menyampaikan apresiasi. Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, mengungkapkan penghargaan atas kerja keras panitia yang telah menyukseskan perayaan besar ini. Ia menilai kolaborasi antara Gereja dan pemerintah daerah menjadi contoh sinergi yang membangun kehidupan masyarakat.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, juga menyampaikan apresiasi serupa. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan hanya forum evaluasi teknis, melainkan kesempatan untuk bersyukur atas kerja sama yang telah terjalin. Menurutnya, tahbisan episkopal bukan semata perayaan liturgis, tetapi juga perayaan sosial yang menyatukan banyak unsur masyarakat. Ia bahkan memaparkan secara rinci jumlah imam dan uskup yang hadir dalam seluruh rangkaian perayaan. Pada Misa Pentahbisan, hadir 308 imam konselebran dan 31 uskup; pada Misa Pontifikal, 152 imam konselebran dan 8 uskup; sedangkan pada Misa Keluarga, 71 imam konselebran dan 2 uskup.

Sementara itu, Mgr. Fransiskus Kopong Kung dalam sambutannya menyatakan rasa gembira dan syukur atas kehadiran uskup baru serta kelancaran seluruh rangkaian perayaan. Ia melihat keberhasilan ini sebagai buah kedewasaan iman umat. Dalam waktu yang relatif singkat, seluruh proses dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik, menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat dalam Gereja lokal.

Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dalam sambutannya mengungkapkan pengalamannya selama dua minggu pertama sebagai uskup. “Ada yang bertanya, apa perasaan dua minggu jadi uskup. Saya bilang, lebih banyak mendengarkan,” ujarnya dengan rendah hati. Ia mengaku digembirakan oleh kegembiraan Mgr. Fransiskus dan oleh kerja panitia yang luar biasa serta semangat umat yang mendukung penuh perayaan. Sukacita yang dirasakan, menurutnya, adalah tanda bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang istimewa.

Rapat Evaluasi Panitia Tahbisan Episkopal Uskup Larantuka berlangsung di Rusun Unio pada Sabtu (28/02/2026)

Atas nama Konferensi Waligereja Indonesia, Uskup Larantuka menyampaikan limpah terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam Tahbisan Episkopal ini. Rapat evaluasi pun ditutup dalam semangat yang sama seperti saat dibuka: satu dalam hati, satu dalam tujuan, dan satu dalam pengharapan. Perayaan telah usai, namun semangat “Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Pengharapan” terus hidup dan semakin mengakar dalam setiap pelayanan terutama di wilayah Gereja lokal Keuskupan Larantuka. (@sly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *