PERTAMA DALAM SEJARAH PAROKI: Misdinar St. Tarsisius Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng Resmi Dibentuk

Berita, Majalah, News161 Dilihat

ATAWATUNG- Sebuah tonggak sejarah tercatat dalam perjalanan Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng. Untuk pertama kalinya sejak paroki ini berdiri, kelompok Misdinar St. Tarsisius resmi dibentuk melalui kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus serta Anggota yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 31 Januari–1 Februari 2025, bertempat di Stasi Atawatung, Desa Lamagute.

Foto: Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus serta Anggota Misdinar St. Tarsisius Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Misdinar yang Setia, Disiplin, dan Penuh Kasih” ini diikuti oleh 290 peserta, yang terdiri atas anak-anak dan remaja misdinar mulai dari kelas IV SD hingga kelas II SMA. Mereka merupakan utusan dari sembilan stasi se-Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng, didampingi para pendamping dan katekis.

Rangkaian kegiatan hari pertama dimulai pada Sabtu (31/1/2025) pukul 15.00 WITA dengan kedatangan para peserta dari stasi masing-masing ke Stasi Atawatung. Para peserta kemudian diarahkan menuju rumah-rumah umat untuk penginapan selama kegiatan berlangsung, sebagai wujud keterlibatan dan dukungan umat setempat.

Pembukaan resmi kegiatan dilaksanakan pukul 16.30 WITA di Aula Desa Lamagute. Sambutan pertama disampaikan oleh Pemerintah Desa Lamagute yang diwakili Sekretaris Desa, Rufus Sira. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng kepada Stasi Atawatung sebagai tuan rumah. Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, mengingat wilayah Lamagute termasuk daerah rawan bencana, serta menegaskan pentingnya mengikuti satu komando dalam situasi darurat.

Selanjutnya, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Bernardus Abbas Tokojaeng, Deris Lewotobi, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembentukan kelompok misdinar bukan sekadar agenda seremonial atau pemenuhan program kerja paroki. “Kelompok Misdinar di bawah naungan Santo Tarsisius harus dipahami sebagai wadah pembinaan iman dan pembentukan karakter generasi muda Katolik sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anak-anak yang dengan sukacita bersedia melayani sebagai misdinar, serta kepada para katekis dan pendamping awam yang dengan setia mendampingi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi peristiwa bersejarah karena merupakan pertama kalinya kelompok misdinar dibentuk dalam 26 tahun perjalanan Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng.

Foto: Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus serta Anggota Misdinar St. Tarsisius Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembinaan. RD. Figa Dua (Romo Figa), Pastor Vikaris Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng, menyampaikan materi tentang panggilan menjadi misdinar, tugas dan peran dalam pelayanan altar, serta sikap dan etika yang harus dimiliki seorang misdinar. Ia menegaskan bahwa pelayanan sebagai misdinar merupakan panggilan iman untuk melayani Tuhan dengan setia dan rendah hati.

Sementara itu, Pastor Paroki, RD. Willem Koten (Romo Willem), membawakan materi liturgi praktis yang meliputi pengenalan perlengkapan dan warna liturgi, serta pemahaman dasar mengenai Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR). Setelah seluruh sesi pembinaan selesai, para peserta kembali ke tempat penginapan untuk santap malam dan beristirahat.

Hari kedua, Minggu (1/2/2025), menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan dengan Perayaan Ekaristi Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus serta Anggota Misdinar St. Tarsisius yang berlangsung pukul 09.00 WITA di Gereja Sta. Maria Perantara Atawatung. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Willem Koten bersama Romo Figa Dua, dengan dukungan koor dari Misdinar Stasi St. Petrus Ebak.

Perayaan ini dihadiri oleh pengurus DPP Paroki, para ketua stasi se-paroki, serta umat Stasi Atawatung. Dalam homilinya, Romo Figa Dua mengajak seluruh pengurus dan anggota misdinar untuk meneladani Yesus sebagai pelayan sejati.
“Layanilah Tuhan dengan hati yang tulus, setialah dalam hal-hal kecil, dan teruslah bertumbuh dalam iman,” pesannya.

Dalam sambutannya, Romo Willem Koten menegaskan harapannya agar Kelompok Misdinar St. Tarsisius mampu menjadi tulang punggung pelayanan liturgi, baik di tingkat paroki maupun di seluruh stasi. Kelompok misdinar ini secara resmi dipimpin oleh Wilfridus Usminit sebagai ketua. Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan siang dan rekreasi bersama di Aula Desa Lamagute. Tepat pukul 16.00 WITA, seluruh kegiatan berakhir dan para peserta kembali ke stasi masing-masing. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan penuh para pengurus stasi serta seluruh umat Stasi Atawatung yang dengan penuh sukacita menjadi tuan rumah. Berkat kerja sama yang baik, pelantikan dan pengukuhan Misdinar St. Tarsisius Paroki St. Bernardus Abbas Tokojaeng dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. (RD. Figa Dua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *