Lerek, 17–18 Januari 2026 – Stasi Waiwejak, salah satu stasi di Paroki Lerek, menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Lerek Tahun Program 2026. Kegiatan yang berlangsung di SDK Waiwejak ini terasa istimewa, karena sekolah Katolik tersebut sedang mempersiapkan diri menyongsong perayaan satu abad berdirinya pada 6 Januari 2026. Sejak didirikan tahun 1926, SDK Waiwejak telah menjadi pilar penting dalam membangun iman, karakter, dan kecerdasan generasi muda di wilayah Paroki Lerek.
Pleno dibuka dengan siraman rohani oleh Pastor Paroki Lerek, RD. Kristoforus Kristo Soge. Dalam renungannya, ia mengangkat tema “Menjadikan Maria sebagai Teladan dalam Pengabdian dan Pelayanan Pastoral” yang bersumber dari Injil Lukas 1:26–38. Maria ditampilkan sebagai figur sederhana, setia, dan taat sepenuhnya pada kehendak Allah. Sikap mendengarkan dengan iman serta kesediaan menerima rencana Tuhan, meski tidak selalu mudah dipahami, menjadi teladan utama bagi seluruh pelayan pastoral. Pastor Paroki menegaskan, Maria tidak mencari pujian, melainkan dengan rendah hati menjalani perannya sebagai hamba Tuhan. Kepekaan dan empati Maria, seperti yang tampak dalam peristiwa di Kana, menjadi inspirasi bagi Gereja untuk hadir dengan iman yang aktif.

Foto: Rapat Pleno DPP Lerek 2026 (Waiwejak, 17-18 Januari 2026)
Dalam sambutan pembukaan, RD. Kristoforus menekankan bahwa pleno ini merupakan yang perdana bagi dirinya sejak enam bulan berkarya di Paroki Lerek. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kehambaan Maria sebagai inspirasi dalam menata kehidupan paroki selama Tahun Program 2026. Menurutnya, pembangunan fisik memang penting, tetapi pembangunan iman dan kehidupan rohani umat harus tetap menjadi prioritas utama. Rapat Pleno, katanya, adalah kesempatan berharga untuk mendengarkan suara umat dari berbagai tingkatan, mulai dari KBG, lingkungan, hingga stasi. Suasana pleno diharapkan berlangsung dalam semangat sukacita, kegembiraan, dan sinodalitas, dengan perbedaan pendapat yang disikapi secara dewasa.
Camat Atadei, Marianus Demoor, S.Sos, turut hadir dan memberikan arahan. Ia menekankan pentingnya evaluasi yang jujur terhadap perjalanan Paroki Lerek. Keberhasilan dan kegagalan perlu dilihat secara terbuka agar menjadi dasar pembenahan ke depan. Menurutnya, wajah Gereja tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mental dan sikap hidup umat. Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan Waikomo–Lerek yang masih menjadi tantangan, serta mendorong keterlibatan pemerintah desa dalam kegiatan gerejani. Gereja, katanya, diharapkan proaktif menghadirkan program pemberdayaan ekonomi demi kemandirian masyarakat.
Ketua Harian DPP Lerek, Philipus Pelile Watun, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gereja adalah umat itu sendiri. Evaluasi Tahun Program 2025 menunjukkan capaian kuantitas sebesar 86 persen (kategori baik) dan kualitas 79 persen (kategori cukup baik). Data ini menjadi tantangan untuk meningkatkan mutu pelayanan di tahun 2026. Sementara itu, RD. Fransiskus Xaverius Hewen memaparkan arah dasar Keuskupan Larantuka dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi” dan subtema “Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan”. Gerakan konkret yang ditekankan antara lain pengembangan kebun perut, kebun sekolah, dan kebun rumah sebagai wujud solidaritas ekonomi umat.
Pembahasan program kerja dilakukan dalam lima komisi melalui dua sesi diskusi. Hasilnya akan difinalkan oleh Sekretariat Paroki sebelum disosialisasikan kepada umat pada Minggu, 25 Januari 2026. Dokumen reksa pastoral ini akan menjadi panduan bagi stasi-stasi dalam menyusun dan melaksanakan program masing-masing.

Foto: Rapat Pleno DPP Lerek 2026 (Waiwejak, 17-18 Januari 2026)
Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki Lerek Tahun Program 2026 ditutup pada Minggu, 18 Januari 2026 di SDK Waiwejak. Dalam sambutan penutupnya, Pastor Paroki menyampaikan terima kasih atas kesetiaan seluruh peserta. Ia mengajak umat Paroki Lerek untuk bersama-sama mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan program, agar pada akhir tahun tampak pertumbuhan wajah Gereja yang semakin hidup, beriman, dan solider. (Irfan Hewen)












