Pelantikan DPP Salib Suci Hoelea Periode 2026–2029 (15/03/2026)
HOELEA, Komsos Larantuka – Suasana penuh sukacita dan syukur mewarnai Gereja Paroki Salib Suci Hoelea pada Minggu, 15 Maret 2026. Dalam perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat, Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Adodetus Hendrikus Leni, secara resmi melantik Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Salib Suci Hoelea untuk masa bakti 2026–2029. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi perjalanan pastoral paroki dalam memperkuat pelayanan Gereja serta membangun kehidupan umat yang semakin hidup dalam iman dan persaudaraan.
Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Larantuka tersebut dihadiri oleh para imam, para pengurus pastoral, serta umat paroki yang memenuhi gereja. Suasana khidmat terasa sejak awal perayaan hingga prosesi pelantikan berlangsung, menandai dimulainya masa pelayanan baru bagi para pengurus DPP yang telah dipilih untuk melayani umat Paroki Salib Suci Hoelea selama tiga tahun ke depan.

Pelantikan DPP Salib Suci Hoelea Periode 2026–2029 (15/03/2026)
Ketua DPP yang baru dilantik, Yoseph Payong, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan sebuah panggilan Allah untuk melayani umat. Ia menyadari bahwa tugas yang dipercayakan kepada para pengurus bukanlah tugas ringan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan semangat pengabdian dan kerendahan hati.
Menurutnya, para pengurus yang dilantik dipanggil untuk menjadi pelayan bagi umat, bukan sekadar menjalankan jabatan atau posisi dalam struktur organisasi paroki. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik serta seluruh umat paroki untuk bersama-sama membangun komitmen pelayanan yang kuat.
“Saya mengajak semua pengurus dan umat untuk berkomitmen dan berkolaborasi bersama mendukung tim pastor dalam membangun paroki ini. Kita dipanggil untuk melayani umat dengan hati yang tulus,” ungkapnya.
Sementara itu, Pastor Paroki Salib Suci Hoelea, RD. Frederikus T. Saban, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas pelantikan pengurus DPP yang baru. Ia menilai momen ini menjadi peristiwa penting bagi perjalanan pastoral paroki karena dirayakan dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Vikjen Keuskupan Larantuka.
Menurutnya, pelantikan ini tidak hanya menandai pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk memperbaharui niat dan tekad dalam membangun kehidupan paroki yang semakin dinamis dan penuh semangat pelayanan.
Ia juga menegaskan bahwa para pengurus yang baru dilantik tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk pelayanan Gereja dan umat. Karena itu, setiap pengurus diharapkan mampu menjadi terang bagi sesama, terutama di lingkungan komunitas basis gerejawi (KBG) serta dalam kehidupan keluarga.
“Pengurus yang baru bukan bekerja di paroki, tetapi bekerja untuk paroki. Mereka harus menjadi cahaya bagi semua orang, mulai dari KBG-KBG hingga keluarga-keluarga,” tegasnya.
Dalam homilinya, Vikjen Keuskupan Larantuka, RD. Adodetus Hendrikus Leni, menegaskan bahwa pengorbanan merupakan bagian penting dalam pelayanan pastoral. Ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus Gereja berarti siap memberikan diri bagi umat dan menghadirkan kasih Tuhan melalui pelayanan yang tulus.
Ia juga menyinggung proses pembinaan yang telah diikuti para pengurus sebelumnya melalui kegiatan peningkatan kapasitas. Menurutnya, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan para agen pastoral agar mampu menjalankan tugas pelayanan dengan baik dan bertanggung jawab.
“Proses pembinaan yang telah dijalani menunjukkan bahwa karya pastoral harus menghadirkan kemuliaan Allah dan keselamatan manusia. Terang harus terlihat oleh semua orang di paroki ini melalui para pengurus yang baru dilantik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa para pengurus harus mampu menjawab kebutuhan umat. Pelayanan pastoral, menurutnya, tidak boleh berpusat pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan harus sungguh-sungguh berorientasi pada kesejahteraan umat.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan kasih dan kebaikan Tuhan dalam kehidupan umat. Para pengurus diharapkan mampu menjadi tanda kehadiran kasih Allah bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan pelayanan Gereja.
Dalam kesempatan itu, Vikjen Keuskupan Larantuka juga menegaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan Gereja. Ia mengingatkan kembali moto Uskup Keuskupan Larantuka yang mengajak seluruh umat untuk berjalan bersama sebagai satu tubuh, satu roh, dan satu pengharapan.
Menurutnya, Gereja adalah satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota yang saling membutuhkan satu sama lain. Karena itu, seluruh umat, para imam, dan para pengurus pastoral harus berjalan bersama dalam semangat doa, pelayanan, dan solidaritas.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh karya pelayanan Gereja digerakkan oleh Roh Kudus. Walaupun manusia memiliki keterbatasan, Roh Kuduslah yang mempersatukan dan menuntun setiap karya pelayanan umat.

Kegiatan peningkatan kapasitas agen pastoral dipandu oleh RD. Rosarius Yansen Raring (14/03/2026)
Sebelum pelantikan ini dilaksanakan, pada Sabtu, 14 Maret 2026, para agen pastoral yang akan dilantik telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang dipandu oleh RD. Rosarius Yansen Raring. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta kesiapan para pengurus dalam menjalankan tugas kegembalaan di tengah umat.
Perayaan Ekaristi pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah imam yang turut menjadi konselebran, yakni RD. Frederikus T. Saban, RD. Yohanes Kedati Tobil, RD. Rosarius Yansen Raring, dan RD. Dodi.
Dengan dilantiknya pengurus Dewan Pastoral Paroki periode 2026–2029 ini, umat Paroki Salib Suci Hoelea diharapkan semakin bersatu dan bergerak bersama dalam semangat pelayanan, menghadirkan terang dan kasih Tuhan bagi seluruh umat serta masyarakat di sekitarnya. (Komsos Hoelea)
