LARANTUKA – Suasana penuh syukur dan keheningan menyelimuti Taman Doa Bukit Fatima pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Sekitar 50 meter dari tempat yang selama ini dikenal sebagai taman doa dan permenungan umat, berlangsung pemberkatan Rumah Istirahat bagi Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung.

Rumah Istirahat Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung di Bukit Fatima (01/03/2026)
Pemberkatan dilakukan langsung oleh Uskup Larantuka, Yohanes Hans Monteiro, disaksikan para imam, biarawan-biarawati, serta karyawan dan karyawati keuskupan. Perayaan berlangsung sederhana, namun sarat makna rohani dan emosional bagi seluruh keluarga besar Keuskupan Larantuka.
Rumah istirahat yang berdiri di kawasan bukit doa itu dipersiapkan sebagai tempat kediaman Mgr. Fransiskus setelah menyelesaikan 24 tahun masa pengabdiannya sebagai gembala umat. Kehadiran rumah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol penghormatan atas kesetiaan pelayanan dan wujud perhatian Gereja terhadap uskup emeritusnya.

Pemberkatan Rumah Istirahat Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung di Bukit Fatima (01/03/2026)
Dalam homili singkatnya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro mengaitkan momen pemberkatan dengan bacaan Injil tentang peristiwa Transfigurasi Yesus. Ia menyoroti ungkapan “enam hari sesudah itu” sebagai simbol enam hari kerja, tanda ketekunan, komitmen, dan pengabdian tanpa lelah. Angka enam itu, menurutnya, dapat dimaknai dalam terang 24 tahun pelayanan Mgr. Fransiskus yang diisi dengan doa, perjuangan pastoral, dan cinta kepada umat Allah.
“Yang utama dari bukit doa adalah keheningan,” ungkap Mgr. Hans. Ia menegaskan bahwa dalam keheninganlah manusia belajar mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana Yesus mengajak para murid naik ke gunung untuk mengalami peneguhan iman, demikian pula rumah ini diharapkan menjadi tempat hening yang menghadirkan damai dan kekuatan rohani.
Menurutnya, rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi Mgr. Fransiskus, tetapi juga ruang doa dan refleksi bagi siapa pun yang datang berkunjung. “Rumah ini kiranya menjadi rumah berkat, ruang doa, ruang persaudaraan, dan ruang perjumpaan dengan Tuhan,” ujarnya.

Pemberkatan Rumah Istirahat Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung di Bukit Fatima (01/03/2026)
Sementara itu, dalam sambutannya yang penuh haru, Mgr. Fransiskus Kopong Kung menyampaikan rasa syukur mendalam kepada Tuhan dan kepada seluruh umat Keuskupan Larantuka. “Sore hari ini, saya tidak merasa jauh, tetapi makin dekat,” tuturnya, mengungkapkan kedekatan batin dengan umat yang telah dilayaninya selama lebih dari dua dekade.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Mgr. Yohanes Hans Monteiro yang kini melanjutkan tongkat kegembalaan. Dengan penuh keyakinan, ia menyatakan kegembiraannya atas kepemimpinan baru tersebut. “Saya senang Mgr. Hans terpilih menggantikan saya. Inilah uskup yang akan terus berjalan bersama kita,” katanya.
Mgr. Frans juga mengungkapkan bahwa ia akan tinggal bersama RD. Tohbias Tobi Tukan serta karyawan yang akan menemani. Ia bersyukur karena rumah ini menjadi tempat untuk melanjutkan hidup doa dan refleksi setelah masa aktif pelayanan yang panjang.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikannya kepada para imam yang menggagas pembangunan rumah tersebut, kepada ekonom keuskupan, para Suster SJMJ, para tukang, serta semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunannya. Baginya, keterlibatan banyak orang menjadi bukti nyata semangat Gereja sinodal, Gereja yang berjalan bersama. “Kehadiranmu menjadi bukti, Gereja Sinodal yang terus berjalan bersama,” ungkapnya.
Secara reflektif, Mgr. Frans menyinggung bahwa tanggal 1 Maret, hari ia “naik” ke rumah ini, bertepatan dengan bacaan tentang Transfigurasi Yesus di atas gunung. Ia melihatnya sebagai tanda penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidupnya. Dari tempat yang tinggi dan hening ini, ia berharap doa-doa yang dipanjatkan akan membawa rahmat bagi Keuskupan Larantuka dan seluruh umat Allah.
Pada akhir perayaan, Mgr. Hans menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat beristirahat kepada Mgr. Fransiskus. Ia mengenang bahwa selama 24 tahun, Mgr. Frans tinggal dan melayani dengan setia di Istana Keuskupan, Bukit San Dominggo. Kini, saatnya menikmati masa istirahat dalam suasana doa dan damai di Bukit Fatima.
Perayaan sore ini menjadi gambaran Gereja yang hidup, Gereja yang saling mendukung, menghargai kesetiaan, dan menjaga kesinambungan kepemimpinan. Pemberkatan Rumah Istirahat ini bukan sekadar peresmian bangunan, melainkan simbol syukur atas pengabdian panjang seorang gembala serta tanda harapan bahwa dari bukit doa yang hening akan terus mengalir rahmat bagi Keuskupan Larantuka dan umat yang dilayani. (@sly)






