Rapat Pleno DPP Pukaone 2026
PUKAONE – Membuka awal bulan Maret tahun 2026, dalam semangat sinodalitas dan tanggung jawab pastoral, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Sta. Bernadette Soubirous Pukaone menyelenggarakan Rapat Pleno Paroki Tahun Liturgi 2026. Dengan mengusung tema “Membangun Solidaritas Ekonomi sebagai Ekspresi Iman,” rapat pleno ini dilaksanakan di Aula Paroki dan diikuti oleh 224 peserta.
Peserta rapat berasal dari berbagai unsur umat yang tersebar di 9 stasi, 8 lingkungan, dan 101 Komunitas Basis Gerejawi (KBG) yang berada di 10 desa. Hadir pula para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para kepala sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Rapat pleno ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum bersama untuk membaca tanda-tanda zaman sekaligus merumuskan langkah-langkah pastoral yang relevan dengan kondisi nyata umat Paroki Pukaone.
Dalam sambutan pembuka, Ketua DPP Sta. Bernadette Soubirous Pukaone, Bapak Laurensius Kopong Tube, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada tim kerja DPP yang telah melaksanakan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab di bawah arahan Pastor Paroki sepanjang Tahun Liturgi 2025. Tahun tersebut juga direfleksikan sebagai tahun penuh syukur karena ditetapkan sebagai Tahun Yubileum oleh mendiang Paus Fransiskus.
“Rapat pleno adalah momen bersama untuk merenungkan dan merancang langkah konkret agar pelayanan kita tidak hanya bersifat administratif, tetapi sungguh berdampak pada pertumbuhan iman umat, selaras dengan semangat persekutuan, partisipasi, dan misi,” ungkapnya.

Rapat Pleno DPP Pukaone 2026
Setelah sambutan Ketua DPP, rapat pleno dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki, RD. Yohanes Jhon Lein. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim kerja DPP atas kerja sama yang baik dalam menjalankan berbagai program pastoral sepanjang Tahun Liturgi 2025, khususnya dalam menyukseskan Program Jangka Panjang Tahap (PJPT) III tingkat keuskupan yang ditutup dengan Tahun Evaluasi.
“Kita telah berjalan bersama sebagai Gereja sinodal. Tahun Liturgi 2025 merupakan tahun pemungkas Program PJPT Tahap III yang sekaligus menjadi Tahun Evaluasi, dan pada saat yang sama merupakan Tahun Yubileum—tahun rahmat Tuhan yang mengunjungi umat-Nya. Dalam tahun pemungkas ini, seluruh umat telah mengambil bagian dalam proses evaluasi yang berlangsung di KBG-KBG, lingkungan, stasi, serta kelompok kategorial, dan juga melalui lokakarya Tahun Evaluasi,” tandasnya.
Baik Ketua DPP maupun Pastor Paroki mengajak seluruh peserta untuk terlibat aktif dalam rapat pleno ini agar menghasilkan buah-buah pastoral yang baik bagi keberlangsungan pelayanan Gereja di Paroki Pukaone.
Sesi pertama rapat pleno diisi dengan laporan kinerja DPP Tahun Liturgi 2025, laporan keuangan oleh bendahara paroki, serta pemandangan umum dari para ketua dewan stasi. Dalam sesi ini muncul berbagai dinamika yang menggambarkan kondisi kehidupan menggereja di masing-masing stasi.
Mulai dari data riil umat hingga tingkat partisipasi umat dalam kegiatan Gereja menjadi bahan refleksi bersama. Di satu sisi, ada stasi yang mampu menyusun program kerja secara terstruktur dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Namun di sisi lain, ada pula stasi yang masih bergumul dengan rendahnya semangat partisipasi umat.
Rapat pleno kemudian dilanjutkan dengan pembentukan empat kelompok diskusi yang membahas Program Kerja DPP Tahun Liturgi 2026, Reksa (Rencana dan Strategi) Pastoral, serta keuangan paroki. Setiap kelompok diminta merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat dijalankan selama satu tahun pastoral ke depan.
Diskusi berlangsung cukup dinamis dan penuh semangat persaudaraan selama kurang lebih dua jam. Pada sesi akhir, seluruh hasil diskusi kelompok dipresentasikan dan dirangkum untuk mencapai kesepakatan bersama sebagai arah kebijakan pastoral paroki.
Berbagai usulan strategis muncul sebagai bentuk konkret dari upaya membangun ekonomi umat sebagai ekspresi iman. Di antaranya adalah pembelajaran tematis terpadu bagi Orang Muda Katolik (OMK) tentang pertanian, peternakan, dan kewirausahaan; kegiatan studi banding bagi umat KBG kepada pelaku usaha tani dan ternak; pembentukan Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP) di tingkat stasi; hingga seminar tentang penyederhanaan kegiatan suka dan duka dalam kehidupan sosial umat.
Rapat pleno diakhiri dengan arahan dari Dewan Pembina DPP, yakni Camat Ile Boleng. Namun dalam kesempatan tersebut, Camat Ile Boleng berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Ile Boleng, Bapak Yeremias Masan Kian, S.H. Dalam arahannya, Sekcam menekankan pentingnya kerja sama dan kedisiplinan dalam melaksanakan seluruh keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat pleno.
“Rapat pleno adalah rapat yang berwibawa. Karena itu, semua keputusan yang telah dihasilkan melalui proses bersama harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Rapat kemudian ditutup dengan sambutan akhir dari Pastor Paroki. RD. Yohanes Jhon Lein menegaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi umat saat ini menuntut Gereja untuk hadir secara nyata dan solider.
Menurutnya, rapat pleno ini merupakan bagian dari upaya menjawab program kerja tahunan pada awal masa kegembalaan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yaitu “Pemberdayaan Ekonomi sebagai Ekspresi Iman,” yang kemudian diteruskan dalam gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dengan tema “Membangun Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan.”
“Kita telah membangun gerak bersama. Berjalan bersama membangun Gereja yang mandiri dan misioner bukanlah perkara mudah di tengah berbagai tantangan zaman. Karena itu, sebagai Gereja, pemerintah desa, dan tokoh adat, kita perlu berpikir dan bekerja bersama demi menyelamatkan jiwa-jiwa,” tegasnya.
Kehadiran seluruh peserta dalam rapat pleno ini menjadi tanda bahwa umat Paroki Pukaone sungguh mencintai Gereja dan berkomitmen untuk terus membangun kehidupan iman bersama.

Rapat Pleno DPP Pukaone 2026
Melalui rapat pleno ini, Paroki Sta. Bernadette Soubirous Pukaone menunjukkan komitmennya untuk menjadi Gereja yang hidup, relevan, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat, khususnya dalam bidang ekonomi. Dengan semangat sinodalitas, persaudaraan, dan partisipasi dalam bingkai tanggung jawab bersama, umat Paroki Pukaone terus berusaha menghadirkan Gereja yang peduli, solider, dan menjadi tanda nyata pengharapan di tengah masyarakat. (RD. Ade Tolok)
