LEREK, 17–18 Januari 2026 – Stasi Waiwejak, salah satu stasi di Paroki Lerek, menjadi tuan rumah Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Amat Kudus Lerek Tahun Program 2026. Kegiatan ini berlangsung di gedung SDK Waiwejak, Sekolah Katolik yang baru saja merayakan usia seabad pada 6 Januari 2026. Pleno dihadiri oleh perwakilan dari 12 stasi, 69 KBG dengan 1.014 kepala keluarga (2.694 jiwa). Peserta terdiri dari Pengurus Harian dan inti DPP, Ketua Stasi, Ketua Organisasi Gerejani, Ketua KBG Motong dan Waiteba, Komunitas Biara RVM, Kepala Sekolah, Kepala Desa, Ketua BPD, serta Tokoh Masyarakat. Kehadiran yang lengkap ini mencerminkan semangat kebersamaan dan sinodalitas umat Paroki Lerek.

Foto: Rapat Pleno DPP Lerek 2026 (Waiwejak, 17-18 Januari 2026)
Maria sebagai Teladan Hamba
Pleno dibuka dengan siraman rohani oleh Pastor Paroki Lerek, RD. Kristoforus Kristo Soge. Dalam renungannya, beliau mengangkat tema “Menjadikan Maria Sebagai Teladan dalam Pengabdian dan Pelayanan Pastoral” (Luk 1:26–38). Maria ditampilkan sebagai figur sederhana, setia, dan taat sepenuhnya pada kehendak Allah. Sikap mendengarkan dengan iman serta kesediaan menerima rencana Tuhan menjadi teladan utama bagi pelayanan pastoral.
Pastor Paroki menegaskan: sebagaimana Maria mengungkapkan “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu, kita pun adalah ‘hamba Tuhan’ saat menjawab ‘Ya, Saya Hadir’ ketika kita dilantik menjadui Pengurus DPP. Maka seperti Maria, kita harus total dalam mengabdi.” Kepekaan dan empati Maria, seperti dalam peristiwa Kana, menjadi inspirasi bagi Gereja untuk terus hadir dengan iman yang aktif.
Evaluasi dan Arah Baru
Dalam sambutan pembukaan, RD. Kristoforus menekankan bahwa pleno ini adalah yang pertama bagi dirinya sejak enam bulan berkarya di Paroki Lerek. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan spirit (semangat) kehambaan Maria sebagai inspirasi dalam menata kehidupan paroki sepanjang tahun 2026.
Camat Atadei, Marianus Demoor, S.Sos, selaku penasehat DPP, menekankan pentingnya evaluasi jujur atas perjalanan paroki. Keberhasilan dan kegagalan harus dilihat terbuka agar menjadi dasar pembenahan. Ia juga menyoroti tantangan infrastruktur jalan Waikomo–Lerek serta mendorong keterlibatan pemerintah desa dalam kegiatan gerejani dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua Harian DPP Lerek, Philipus Pelile Watun, menegaskan bahwa Gereja adalah umat itu sendiri: “Menata Gereja sama dengan menata diri. Menata Gereja menjadi bermartabat sama dengan menata diri menjadi pribadi bermartabat.” Ia memaparkan evaluasi Tahun Program 2025 dengan capaian kuantitas 84% (kategori baik) dan mutu 79% (cukup baik). Data ini menjadi tantangan untuk meningkatkan mutu pelayanan di tahun 2026.
Pastor Rekan Paroki Lerek, RD. Fransiskus Xaverius Hewen kemudian memaparkan arah dasar Tahun Program 2026 sebagai tahun antara dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi”. Tema APP tahun ini adalah “Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan”. Gerakan konkret yang ditekankan antara lain pengembangan kebun perut, kebun sekolah, dan kebun rumah sebagai wujud solidaritas umat.
Program dan Anggaran
Pembahasan program kerja dilakukan dalam lima komisi melalui dua sesi pleno. Hasilnya akan dirakit oleh sekretariat paroki sebelum disosialisasikan kepada umat pada Minggu, 25 Januari 2026. Pleno I dan II berlangsung pada Sabtu, 17 Januari, sementara Pleno III khusus membahas anggaran dilaksanakan Minggu, 18 Januari setelah perayaan Ekaristi. Rencana Anggaran Belanja (RAB) Paroki mencapai Rp. 342.224.000, dengan pemasukan dari berbagai sumber, termasuk iuran 820 KK sebesar Rp 165.000/KK/tahun. Seluruh Reksa Pastoral akan disosialisasikan serentak di 12 stasi dan 2 KBG setara stasi.

Foto: Rapat Pleno DPP Lerek 2026 (Waiwejak, 17-18 Januari 2026)
Penutup
Rapat Pleno DPP Lerek Tahun Program 2026 ditutup Minggu, 18 Januari dengan pengesahan hasil pleno oleh Pastor Paroki dan Ketua DPP. Dalam sambutan penutup, Pastor Paroki menyampaikan terima kasih atas kesetiaan seluruh peserta, sekaligus mengajak umat Paroki Lerek untuk mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan program agar pada akhir tahun tampak pertumbuhan wajah Gereja yang semakin hidup, beriman, dan solider. (Irfan Hewen)






