“Mari kita berjalan bersama, pintu rumah keuskupan terbuka untuk semua.” Ungkapan sarat makna ini disampaikan Uskup Terpilih Mgr. Yohanes Hans Monteiro di sejumlah titik singgah dalam rangkaian penjemputan, mulai dari Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret hingga Larantuka, Rabu (3/2/2026).

Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret Tempat Karya Mgr. Yohanes Hans Monteiro Sebagai Staf Pembina Para Frater (Calon Imam)
Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dijemput langsung oleh Ketua Panitia Pentahbisan, RD Adeodatus Hendrikus Leni; Sekda Flores Timur, Petrus Pedo Maran beserta istri; Seksi Acara dan Seksi Komsos; serta perwakilan tokoh adat dan masyarakat.
Tampak hadir melepas Mgr. Hans Monteiro saat itu adalah Preases dan Prefek Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Rektor IFTK Ledalero, para imam, dosen, frater, suster, serta para karyawan seminari.
Prefek Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, RD Lorens Bate, yang mewakili lembaga dalam sambutan singkatnya mengaku ada sukacita yang luar biasa. Namun, lembaga pendidikan tersebut juga merasa sedih karena kehilangan salah satu formator terbaiknya.
Meski demikian, lembaga dan semua pihak mendoakan agar Mgr. Hans Monteiro, yang dikenal rendah hati, dapat menjalankan tugas kegembalaannya dengan baik sebagai Uskup Larantuka.

Acara Penjemputan Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret
Perjalanan Menuju Larantuka
Sepanjang perjalanan dari Maumere, Mgr. Yohanes Hans Monteiro bersama rombongan sempat singgah sejenak di Nebe, di kediaman salah satu keluarganya, lalu melanjutkan perjalanan hingga wilayah perbatasan Sikka-Flores Timur.
Di Boru, umat Katolik yang sudah menunggu sejak pagi menyambut dengan sukacita melalui tari-tarian, pengalungan selendang, dan sapaan adat. Rombongan juga singgah sebentar di rumah salah satu keluarga yang terletak di sekitan Polsek Wulanggitang di Boru.
Begitu pula di simpang desa Nobo, Kecamatan Ile Bura, wilayah Paroki Santo Yosef Lewotobi, tempat Mgr. Hans Monteiro menjalankan masa TOP (Tahun Orientasi Pastoral) sebelum ditahbiskan menjadi imam 31 tahun silam. Uskup Terpilih diterima secara adat, santap siang bersama, sekaligus memberkati umat setempat.
Saat keluar dari Nobo, Mgr. Hans Monteiro memilih berdiri di dalam mobil agar bisa menyapa umat yang tengah menantinya di sepanjang perjalanan. Ia menyapa dan memberikan berkat bagi umat yang sudah berjubel di pinggir jalan, mulai dari Konga, Lewolaga, Lamika, Lewokluok, Bama, Mokantarak, Oka-Badu, hingga Kota Larantuka.

Acara Penjemputan Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret
“Mari Berjalan Bersama”
Dalam sapaan penjemputan di Pendopo Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Mgr. Hans Monteiro mengajak para imam, dosen, frater, suster, dan umat sekalian untuk berjalan bersama dalam seluruh perjalanan kegembalaannya di Keuskupan Larantuka.
“Di satu sisi, ada kesedihan karena harus pergi meninggalkan tempat ini. Tapi saat misa pagi, kami membaca Mazmur 86:4, ‘Buatlah jiwaku bersukacita, karena kepada-Mu lah aku menaruh jiwaku’,” ujar Mgr. Hans Monteiro.
“Itu juga menjadi doa saya hari ini secara khusus. Meskipun hati dan perasaan saya sedih harus meninggalkan tempat ini, ada pekerjaan besar yang disediakan Tuhan untuk Gereja Keuskupan Larantuka dan Gereja Universal pada umumnya. Saya menerima tugas ini dengan besar hati dan yakin bahwa itu semua adalah karya Roh Kudus.”
Beliau menambahkan, “Di balik ini semua, saya yakin dan percaya kehadiran para imam, dosen, frater, suster, dan doa-doa yang lebih banyak dari biasanya menjadi kekuatan bagi saya untuk siap menerima panggilan sebagai gembala umat di Keuskupan Larantuka.”
“Jika ke Larantuka, pintu keuskupan terbuka untuk semua; pintu selalu terbuka untuk para imam, dosen, frater, suster, dan kita semua. Saya mohon pamit, terima kasih Bunda Rita, St. Petrus, dan St. Yohanes Paulus II. Mari kita berjalan bersama,” pungkasnya.
Ucapan tersebut tidak hanya disampaikan di Pendopo Seminari Ritapiret, tetapi juga di setiap tempat yang disinggahi selama rangkaian penjemputan.

Acara Penjemputan Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret
Disambut Umat Muslim
Sukacita tidak hanya dirasakan umat Katolik, tetapi juga umat Muslim di wilayah tersebut. Hal ini tampak nyata saat Mgr. Hans Monteiro melintas di wilayah Kelurahan Postoh dan Kelurahan Ekasapta, Kota Larantuka.
Iring-iringan mobil terhenti. Mgr. Hans Monteiro turun untuk menyapa umat Muslim yang sejak pagi menanti di wilayah itu. Penyambutan berlangsung khidmat dengan tarian adat ‘Soka Seleng’ yang dibawakan oleh ibu-ibu mengenakan sarung dan selendang tenun khas Lamaholot.
Ketua Takmir Masjid Agung Syuhada Larantuka menyampaikan sapaan adat, diikuti pengalungan kain adat oleh Bapak Hasan Sola selaku perwakilan enam ketua suku di Kampung Baru Ekasapta.
Usai diarak keliling Kota Larantuka, Mgr. Hans Monteiro berdoa di makam Mgr. Darius Nggawa, SVD di Gereja Katedral, lalu menuju Istana Keuskupan San Dominggo Larantuka. (Tim Komsos KL)






