Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki San Juan Lebao (7–8 Maret 2026)
LEBAO – Semangat kebersamaan dan persaudaraan mewarnai pelaksanaan Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki San Juan Lebao yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 7–8 Maret 2026, di Aula Paroki San Juan Lebao. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi seluruh umat untuk merumuskan arah pelayanan Gereja serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjalankan karya pastoral paroki.

Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki San Juan Lebao (7–8 Maret 2026)
Sekitar 250 peserta ambil bagian dalam rapat pleno tersebut. Mereka terdiri dari Tim Pastor Paroki, Dewan Harian DPP, para ketua dan anggota seksi DPP, ketua lingkungan dan pengurus dari 12 lingkungan, serta ketua dan pengurus dari 88 Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Hadir pula para kepala sekolah se-Paroki San Juan, tokoh adat dan tetua nagi, para penasihat Dewan Harian, serta sejumlah undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Adeodatus Hendrikus Leni, yang sekaligus membuka secara resmi rapat pleno tersebut. Selain itu, hadir pula perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur yang diwakili oleh Kepala Seksi Urusan Agama Katolik, Bapak Paulus Pedro, S.Sos., serta para lurah dari wilayah Paroki San Juan Lebao.
Dalam sambutan pembukaannya, Vikjen Keuskupan Larantuka menyampaikan ucapan proficiat dan terima kasih kepada seluruh pengurus DPP serta umat Paroki San Juan Lebao yang selama ini terus berjalan bersama dalam semangat kesatuan dan pelayanan. Ia menegaskan bahwa rapat pleno ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan momentum penting untuk merumuskan arah pelayanan pastoral yang lebih relevan dengan kebutuhan umat.
Menurutnya, semangat yang melandasi rapat pleno ini selaras dengan tema besar yang diangkat, yakni “Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Pengharapan.” Spirit tersebut juga sejalan dengan moto tahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yaitu Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta rapat untuk membuka diri terhadap gerakan Roh Kudus yang mempersatukan umat dalam satu visi pelayanan. Kehadiran Roh Kudus diharapkan mampu menggerakkan seluruh umat untuk semakin aktif terlibat dalam kehidupan menggereja.
Dalam refleksinya, ia juga mengingatkan bahwa karya pastoral di paroki harus dipandang sebagai kebun anggur Tuhan yang dipercayakan kepada umat untuk dirawat dan dikelola dengan penuh cinta agar menghasilkan buah yang melimpah. Karena itu, setiap pelayanan hendaknya dilandasi semangat persaudaraan dan tanggung jawab bersama.
“Perbedaan yang ada di tengah umat tidak boleh menjadi batu sandungan dalam membangun kehidupan paroki. Sebaliknya, perbedaan harus dilihat sebagai kekayaan yang memperkuat tubuh Gereja,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap program pastoral yang dirancang harus benar-benar menjawab kebutuhan umat.
“Yang terpenting, karya pastoral kita harus menjawab kebutuhan umat, bukan sekadar kebutuhan Dewan Pastoral Paroki,” tegasnya.

Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki San Juan Lebao (7–8 Maret 2026)
Pada hari pertama, rapat pleno dipandu oleh moderator Bapak Adrianus Bajuga Haliwala, S.Ag. Sidang dibagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama berisi pemandangan umum dari 12 lingkungan terhadap laporan evaluasi program kerja serta laporan keuangan DPP Paroki San Juan Lebao Tengah tahun 2025. Melalui sesi ini, setiap lingkungan diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan, evaluasi, serta berbagai masukan demi perbaikan pelayanan pastoral.
Sesi kedua dilanjutkan dengan tanggapan dari Tim Pastor Paroki bersama Dewan Pastoral Paroki terhadap berbagai pandangan umum yang disampaikan oleh masing-masing lingkungan. Dialog yang terjadi dalam sesi ini berlangsung terbuka dan konstruktif, mencerminkan semangat partisipasi umat dalam kehidupan menggereja.
Memasuki hari kedua, rapat dipandu oleh moderator Bapak Krisantus Minggu Kwen, S.Fil., M.Th. Agenda hari kedua diawali dengan diskusi dan penajaman rancangan program pastoral tahun 2026 dalam kelompok-kelompok komisi. Setiap kelompok secara serius membahas berbagai program dengan mempertimbangkan masukan yang telah disampaikan pada hari pertama.

Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki San Juan Lebao (7–8 Maret 2026)
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman, gagasan, serta berbagai usulan pastoral yang dinilai penting bagi perkembangan iman dan kehidupan umat di paroki.
Hasil diskusi dari masing-masing kelompok kemudian dipaparkan dalam sidang pleno untuk dipertimbangkan dan disepakati bersama sebagai bagian dari program pastoral Paroki San Juan Lebao tahun 2026.
Salah satu agenda penting dalam rapat pleno ini adalah pemilihan Pengurus Harian Dewan Pastoral Paroki periode 2026–2028. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat persaudaraan, akhirnya terpilih Bapak Fransiskus Resiona sebagai Ketua DPP. Ia akan didampingi oleh Bapak Arnol Langoday sebagai Wakil Ketua, Bapak Paskalis Kopong Libak sebagai Sekretaris, serta Ibu Leny Keraf sebagai Bendahara.

Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki San Juan Lebao (7–8 Maret 2026)
Rapat pleno kemudian ditutup oleh Vikjen Keuskupan Larantuka. Berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan ini menandai komitmen bersama seluruh peserta untuk berjalan bersama dalam satu tubuh, satu roh, dan satu pengharapan demi membangun kehidupan Gereja yang semakin hidup serta menjawab kebutuhan umat Paroki San Juan Lebao. (Susan-Komsos Lebao)
