LEWOTOBI, Komsos Larantuka – Suasana iman yang khidmat berpadu dengan sukacita yang mendalam menyelimuti Gereja Stasi Lewotobi pada Rabu, 25 Maret 2026. Umat Allah bersama seluruh anggota Legio Maria Paroki St. Yosep Lewotobi berkumpul dalam perayaan Ekaristi Hari Raya Kabar Sukacita yang dirangkaikan dengan Acies; yakni pertemuan tahunan sentral Legio Maria, yang ditandai dengan pembaharuan janji para legioner di hadapan Bunda Maria sebagai ungkapan komitmen untuk terus setia dalam panggilan kerasulan.
Perayaan yang sarat makna ini dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yosep Lewotobi, RD. Leonardus Lewokrore, dan dihadiri oleh frater TOP, seluruh legioner se-paroki, serta umat yang datang dengan penuh antusias. Sejak awal liturgi, suasana sakral begitu terasa, menghadirkan pengalaman iman yang mendalam bagi setiap orang yang hadir. Kehadiran umat yang memadati gereja menjadi tanda nyata bahwa perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah peristiwa iman yang hidup dan menggerakkan.

Legioner Paroki St. Yosep Lewotobi Rayakan Hari Raya Kabar Sukacita dan Acies – 25 Maret 2026
Hari Raya Kabar Sukacita sendiri merupakan salah satu perayaan penting dalam Gereja Katolik yang mengenangkan peristiwa ketika Malaikat Gabriel diutus Allah untuk menyampaikan kabar kepada Perawan Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Dalam peristiwa ini, Maria menunjukkan iman yang luar biasa dengan menjawab, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Jawaban sederhana namun penuh ketaatan ini menjadi inspirasi utama dalam seluruh rangkaian perayaan, sekaligus menjadi dasar spiritualitas bagi Legio Maria.
Dalam homilinya, RD. Leonardus menegaskan bahwa perayaan Kabar Sukacita bukan hanya milik Legio Maria, tetapi merupakan perayaan seluruh Gereja. Ia mengajak umat untuk merenungkan makna inkarnasi, di mana Allah sungguh hadir dalam kehidupan manusia melalui Yesus Kristus. Ia juga menjelaskan bahwa tanggal 25 Maret dipilih sebagai Hari Raya Kabar Sukacita karena berada tepat sembilan bulan sebelum perayaan Natal, melambangkan proses inkarnasi yang nyata dan manusiawi.
Lebih lanjut, RD. Leonardus mengangkat sosok Maria sebagai “Hawa baru” yang menghadirkan keselamatan melalui ketaatan dan kerendahan hatinya. Berbeda dengan Hawa yang jatuh dalam dosa, Maria justru membuka jalan keselamatan melalui kesediaannya untuk melaksanakan kehendak Allah. Dalam diri Maria, Allah memulai karya keselamatan yang mencapai kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus, Sang Adam Baru.

Legioner Paroki St. Yosep Lewotobi Rayakan Hari Raya Kabar Sukacita dan Acies – 25 Maret 2026
Mengacu pada teladan Bunda Maria, RD. Leonardus mengajak para legioner untuk menghidupi spiritualitas penyerahan diri secara total dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa seorang legioner tidak hanya dipanggil untuk aktif dalam kegiatan doa, tetapi juga harus menjadi teladan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Kesetiaan dalam hal-hal kecil, tanggung jawab dalam tugas, serta semangat persaudaraan menjadi wujud nyata dari panggilan tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan Legio Maria tidak terletak pada jumlah atau aktivitas semata, melainkan pada kedalaman iman dan persatuan di antara para anggotanya. Karena itu, para legioner diharapkan mampu membangun komunitas yang kokoh dengan dasar kerendahan hati, ketaatan, dan kasih. Sebagai “tentara Maria”, mereka dipanggil untuk siap sedia berperang, bukan dengan senjata atau kekuatan duniawi, tetapi dengan doa, pengorbanan, dan pelayanan yang tulus.
Puncak perayaan ditandai dengan momen pembaharuan janji dalam Acies. Satu per satu, para legioner maju ke depan altar untuk mempersembahkan diri mereka di hadapan Bunda Maria. Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, mereka memperbaharui komitmen untuk tetap setia kepada Tuhan serta siap melaksanakan tugas kerasulan di mana pun mereka diutus. Momen ini berlangsung dalam suasana hening dan penuh penghayatan, menjadi tanda nyata iman yang hidup dan mendalam.
Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang pembaharuan janji, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para legioner untuk memperkuat identitas dan panggilan mereka sebagai rasul awam di tengah Gereja. Melalui semangat Kabar Sukacita dan Acies, mereka diingatkan kembali akan tugas mulia untuk menghadirkan kasih dan terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berakhirnya perayaan ini, diharapkan para legioner Paroki St. Yosep Lewotobi semakin diteguhkan dalam iman dan semakin berani menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah. Semangat Maria yang rendah hati dan taat kiranya terus hidup dalam diri setiap legioner, sehingga mereka mampu menjadi saksi Kristus yang setia dan membawa harapan bagi umat di tengah tantangan zaman. (Komsos Lewotobi)
