Kunjungan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Paroki St. Werenfried Lambunga (22/03/2026)
LAMBUNGA, Komsos Larantuka – Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti Gereja Paroki Santo Werenfried Lambunga pada Minggu, 22 Maret 2026. Hujan yang turun sejak pagi hari tidak menyurutkan langkah umat untuk menghadiri Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Dalam perayaan tersebut, beliau secara resmi melantik Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) periode 2026–2028.

DPP Lambunga Periode 2026–2028
Sejak awal, nuansa kebersamaan sudah terasa kuat. Umat bersama Pastor Paroki menyambut kedatangan Uskup dengan penuh kehangatan melalui prosesi adat yang sarat makna. Pengalungan selempang sebagai tanda penghormatan menjadi momen istimewa, terlebih ketika dikenakan oleh seorang ibu Muslim. Hal ini menjadi simbol nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang terus hidup dalam masyarakat Lambunga.
Perayaan Ekaristi turut dihadiri sejumlah imam konselebran, di antaranya Sekretaris Keuskupan Larantuka RD. Fransiskus Kwaelaga, Ekonom Keuskupan RD. Wilhelmus Ola Lanan, Deken Adonara RD. Aloysius Dore, serta Pastor Paroki Lambunga RD. Wilhemus Atawolo. Kehadiran mereka menegaskan kesatuan Gereja sekaligus menjadi dukungan nyata bagi para pengurus yang menerima tugas pelayanan baru.
Ekaristi berlangsung khidmat dengan partisipasi aktif umat dari berbagai stasi dan Komunitas Basis Gerejani (KBG). Puncak perayaan ditandai dengan prosesi pelantikan pengurus DPP yang baru. Dalam suasana doa yang mendalam, para pengurus mengikrarkan kesediaan mereka untuk melayani dengan setia, penuh tanggung jawab, dan semangat pengabdian.
Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menegaskan pentingnya semangat persaudaraan dalam kehidupan menggereja. Ia mengingatkan bahwa para pengurus DPP dipanggil untuk hidup dalam kesatuan dengan umat serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan pastoral, menurutnya, tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja semata, tetapi harus mampu menghadirkan kasih Allah secara nyata di tengah umat.
Uskup juga mengajak para pengurus untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap tugas, terutama ketika menghadapi tantangan pelayanan. Ia menekankan bahwa kekuatan utama seorang pelayan bukan terletak pada kemampuan pribadi semata, melainkan pada rahmat Tuhan yang selalu menyertai.
Lebih lanjut, Uskup mengungkapkan sukacitanya karena dapat mengunjungi wilayah Adonara untuk pertama kalinya sejak menerima tahbisan episkopal. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh umat untuk memberi perhatian serius pada keterlibatan generasi muda dalam kehidupan menggereja. Menurutnya, masa depan Gereja sangat bergantung pada keterlibatan dan kehadiran anak-anak dan kaum muda, khususnya dalam misa kudus.
Sementara itu, Ketua II DPP yang baru dilantik, Laurensius Mali Serani, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen berahmat. Ia menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan umat merupakan panggilan untuk melayani dengan kerendahan hati.
Ia menekankan bahwa menjadi pengurus DPP berarti siap memikul “salib kecil” setiap hari. Pelayanan tidak selalu mudah, bahkan sering kali melelahkan. Namun demikian, ia mengajak seluruh pengurus untuk tetap setia, karena rahmat Tuhan selalu cukup bagi mereka yang melayani dengan tulus.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus untuk membangun kerja sama yang solid bersama Pastor Paroki dan umat. Menurutnya, pelayan sejati adalah mereka yang mampu mendengarkan, merangkul, dan mempersatukan umat dalam kasih, sehingga tercipta kehidupan menggereja yang harmonis.

Kemeriahan Umat Paroki Lambunga Menyambut Kunjungan Uskup Larantuka
Dalam kesempatan yang sama, Pastor Paroki RD. Wilhemus Atawolo menyampaikan rasa syukur atas pelantikan pengurus yang baru. Ia menegaskan bahwa para pengurus yang dilantik bukanlah orang-orang baru, melainkan pribadi yang telah dikenal dan kembali dipercayakan oleh umat dari setiap KBG dan stasi.
Menurutnya, kepercayaan tersebut lahir dari pengalaman dan kesaksian hidup para pengurus dalam pelayanan sebelumnya. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar jabatan tidak dipandang sebagai bentuk kekuasaan, melainkan sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesama.
Momen pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pastoral Paroki Santo Werenfried Lambunga. Tidak hanya sebagai pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai peneguhan panggilan pelayanan dalam semangat persaudaraan yang berakar pada iman akan Kristus.
Antusiasme umat yang memenuhi gereja hingga ke halaman luar menunjukkan harapan besar terhadap para pengurus yang baru dilantik. Kehadiran umat yang begitu banyak menjadi tanda bahwa Gereja hidup dan bertumbuh dalam kebersamaan.
Sebelum pelantikan berlangsung, para calon pengurus DPP telah mengikuti rekoleksi bersama pada Sabtu, 20 Maret 2026, yang dipandu oleh RD. Yosep Tote Da Silva. Rekoleksi ini menekankan pentingnya spiritualitas pelayanan yang berakar pada semangat gembala. Dalam rekoleksi tersebut, para peserta diajak untuk menyadari bahwa panggilan sebagai pengurus adalah panggilan untuk melayani semua umat tanpa terkecuali. Pelayanan sejati menuntut kesabaran, kerendahan hati, serta kesiapsediaan untuk berkorban demi kebaikan bersama.

DPP Lambunga mengikuti rekoleksi bersama pada Sabtu, 20 Maret 2026, yang dipandu oleh RD. Yosep da Silva
Dengan dilantiknya Pengurus DPP Paroki Santo Werenfried Lambunga periode 2026–2028, diharapkan semangat pelayanan yang berakar pada iman, harapan, dan kasih semakin bertumbuh. Para pengurus diutus untuk menjadi pelayan yang rendah hati, menghadirkan Tuhan dalam setiap karya, serta berjalan bersama umat dalam satu tubuh, satu roh, dan satu pengharapan. (Fr. Marselo)
